Saya lahir dan besar di Manado, bapak saya nelayan dari desa Bunaken, ibu jualan ikan di pasar Bersehati. Sampai hari ini – 10 Februari 2026 – kalau orang tanya “Bunaken bagus nggak?”, jawaban kami orang lokal selalu sama: “Bagus sekali… tapi jangan cuma lihat foto Instagram-nya doang.” Bunaken bukan resort mewah yang kelihatan sempurna di brochure. Bunaken adalah rumah kami, tempat kami cari makan, tempat anak-anak main di pantai, dan tempat kami lihat masa depan mulai goyah karena turis datang terlalu banyak tanpa aturan yang ketat.

Bunaken Oasis Juara Dunia, Tapi Warga Lokal Masih Susah Masuk
Desember 2025 Bunaken Oasis Dive Resort & Spa menang World’s Leading Dive Resort di World Travel Awards. Kami di Manado senang, bangga – tapi jujur saja, kebanyakan warga lokal nggak pernah masuk ke dalam resor itu. Harganya mulai dari Rp 4–5 juta semalam, paket diving all-inclusive bisa Rp 7–10 juta untuk 3–4 hari. Buat orang Bunaken yang gaji bulanan nelayan atau guide lokal rata-rata Rp 3–6 juta sebulan, itu duit setahun makan keluarga.
Yang kami lihat: resor-resor besar bawa turis asing langsung dari bandara ke dermaga privat, jarang singgah di desa. Uang mengalir deras ke operator besar, tapi trickling down ke warga sangat kecil. Guide lokal yang kerja freelance kadang dapat job, tapi prioritas selalu diberikan ke divemaster yang sudah sertifikasi internasional dari resor itu sendiri.
Harga Tiket Masuk Naik Jadi Rp150.000 – Warga Lokal Bayar Berapa?
Resmi 2026: tiket masuk Taman Nasional Bunaken Rp150.000 untuk turis asing, Rp5.000–Rp10.000 untuk WNI (tergantung hari & jenis aktivitas). Kami setuju naiknya tiket – duitnya memang harus buat patroli, clean-up, rehabilitasi karang. Tapi realitasnya: duit itu nggak selalu langsung terasa di desa.
Banyak warga Bunaken & Siladen yang kerja di taman nasional atau jadi boatman bilang: “Patroli kapal kadang cuma kelihatan kalau ada tamu VIP atau wartawan datang.” Sampah plastik dari Manado masih numpuk di pantai barat setiap musim hujan seperti sekarang.
Februari 2026 – Musim Hujan Akhir, Kapal Susah Jalan, Tapi Ikan Masih Banyak
Orang luar bilang Februari “kurang ideal”. Dari mata kami: Februari itu bulan susah cari makan kalau nelayan. Angin kencang, swell besar di sisi barat, perahu tradisional sering batal berangkat. Visibilitas bawah air bisa drop sampai 12–18 meter kalau hujan deras kemarin, tapi di sisi timur Bunaken & Siladen masih bisa 25–35 meter di hari cerah.
Yang tetap bagus: penyu hijau & penyu sisik masih banyak berenang di cleaning station Sachiko & Fukui. Ikan kakap, baronang, kerapu besar masih berkumpul di Lekuan kalau arus nggak terlalu kuat. Macro seperti nudibranch & pygmy seahorse hampir pasti ketemu kalau guide lokal yang bawa – mereka tahu spot kecil yang jarang dilirik turis.
Sampah Plastik – Musuh Terbesar yang Kami Hadapi Setiap Hari
Ini bagian yang paling bikin kami sedih. Setiap minggu ada gotong royong angkat sampah di pantai Bunaken, Siladen, Mantehage. Botol shampoo hotel, sedotan, kantong kresek dari Manado – semuanya datang lewat arus. Resor besar sudah mulai pakai no single-use plastic, tapi sampah dari kota Manado (penduduk 450 ribu+) masih banjir.
Warga lokal yang paling tahu: kalau turis bawa botol air mineral sekali pakai dan buang sembarangan di boat, itu yang kami bersihkan besok paginya. Kami nggak minta turis berhenti datang – kami minta datang dengan kesadaran.
Tips dari Orang Lokal – Kalau Mau ke Bunaken, Lakukan Ini
- Pilih operator yang pakai guide asli Bunaken atau Manado – duitnya masuk ke keluarga kami.
- Jangan bawa plastik sekali pakai – bawa botol minum isi ulang & tumbler.
- Kalau mau hemat, stay di homestay desa Bunaken atau Siladen (Rp400–800 ribu/malam) – makan ikan bakar segar, rasanya jauh lebih enak daripada di resor.
- Februari kalau nekat datang, pilih hari cerah & minta guide lokal cek spot yang aman dari swell.
- Jangan kasih makan ikan – itu bikin ekosistem rusak, kami yang tanggung akibatnya jangka panjang.
Kenapa Kami Masih Bangga dengan Bunaken?
Karena di bawah air masih indah luar biasa. Karena anak-anak kami masih bisa snorkeling di depan rumah dan lihat penyu berenang. Karena orang asing datang dari jauh cuma untuk lihat tempat yang kami lihat setiap hari sejak kecil. Tapi kebanggaan itu bercampur khawatir: kalau sampah makin parah, kalau karang memutih lebih banyak, kalau turis datang tanpa hormat – Bunaken bisa hilang keindahannya dalam 10–15 tahun.
Jadi kalau Anda mau ke Bunaken 2026, datanglah sebagai tamu yang menghormati. Bukan cuma foto bagus buat feed, tapi bawa pulang cerita bahwa Anda membantu menjaga rumah orang lain. Dari kami orang Manado & Bunaken – terima kasih sudah mau dengar suara lokal. Selamat menyelam, dan tolong bawa pulang sampah Anda.

No responses yet